Saleema Institute

FOR DEVELOPMENT OF ISLAMIC ACCOUNTING AND AUDITING (SIDIAA)

"Konsultansi dan Training Akuntansi, Audit, Keuangan, Perbankan, Leadership, Kinerja dan Bisnis Syariah"
DI TAHUN 2019 M INI, KITA BERDOA SEMOGA KEIMANAN, KETAQWAAN DAN AMAL USAHA DAN IBADAH KITA SENANTIASA DAPAT MENINGKAT TERUS DAN KEKURANGAN KITA DI TAHUN 2018 KITA PAKAI SEBAGAI BAHAN MUHASABAH, INTROSPEKSI DIRI JANGAN SAMPAI KETIDAK BERHASILAN, YANG LALU AKAN TERULANG DI TAHUN 2019 INI. DENGAN KETAQWAAN KITA MAKA KITA AKAN MEMBERIKAN MASLAHAT YANG SEBESAR-BESARNYA BAGI DUNIA SEHINGGA UMMAT MANUSIA SEJAHTERA DUNIA DAN AKHIRAT DAN NANTINYA KITA SEMUA DI AKHIR HAYAT KITA AKAN DIAKHIRI DENGAN MENGUCAPKAN KALIMAT ' LAAILLAAHA ILLALLAAH, MUHAMMADURRASULULLAAH', INSYA ALLAH KITA HUSNUL KHOTIMAH,AAMIIN YA RABBAL 'ALAAMIIN'.

TUGAS MANAJEMEN POTENSI DIRI


 

TUGAS MANAJEMEN POTENSI DIRI

KASUS

 

Ada 2 orang laki-laki yang umurnya sebaya. Laki-laki pertama, namanya  Ahmed dan yang ke dua namanya Jhony. Ahmed adalah lulusan D3 politeknik Kewirausahaan sementara Jhony lulusan S1 Ekonomi. Pada usia yang hampir sama, Ahmed berusia 45 tahun dan Jhony berusia 47 tahun, keadaan ekonomi dan rumah tangganya serta kehidupan sosialnya cukup signifikan perbedaannya. Ahmed mempunyai bisnis dengan kantor cabang 10 di 5 kota di Jawa sementara Jhony sebagai seorang Executive perusahaan nasional.  Tuan Ahmed tiap tahun umroh bersama karyawannya sedangkan Jhony semakin galau karena kehidupannya terasa tidak semakin membahagiakan.

Pertanyaan untuk diskusi:

  1. Mengapa dua orang ini nampak berbeda, tn. Ahmed sepertinya bahagia dengan karyawannya dan keluarganya berumroh, sementara tn. Jhony semakin jauh dari kebahagiaan?
  2. Mengapa tn. Ahmed kelihatan lebih kaya dibandingkan dengan tn. Jhony, padahal tn. Ahmed hanya lulus D3 sementara Tn. Jhony lulusan S1 Ekonomi?

Diskusikan dengan pendekatan Manajemen Potensi Diri Islami!